IWANGEODRS PEMBELAJARAN GEOGRAFI ON LINE SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

Terbaru

BIOTEKNOLOGI 2

PROTEIN SEL TUNGGAL (Single Cell Protein = SCP)

adalah makanan berkadar protein tinggi, berasal dari mikroorganisme

Contoh: 1. Mikoprotein dari Fusarium
………….. Substrat: tepung gandum dan ketan

…………2. Spirulina dan Chlorella

Kelebihan SCP:

1. Kadar protein lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan
2. Pertumbuhan cepat

Gbr. Diagram umum proses/tahapan produksi SCP

  1. Vektor, berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus.


    Gbr. Pembuatan plasmid dan mekanisme penyisipan gen

  2. Bakteri, berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri.

    Gbr. Pemisahan DNA oleh enzim restriksi

  3. Enzim, terdiri dari enzim RESTRIKSI (pemotong plasmid/ADN) dan enzim LIGASE (penyambung ptongan-potongan ADN)

Gbr. Proses produksi insulin manusia dengan rekayasa genetika

1.
Antibodi Monoklonal

adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel b sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda; penghasil sel b Limpa dan sel mieloma) yang dikultur.
Bertindak sebagai antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa. Fungsi antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan

2.
Terapi Gen

adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen normal

3.
Antibiotik

Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium notatum.

- Penicillium chrysogenum Þ memperbaiki penisilin yang sudah ada.
…………………………………Dilakukan dengan mutasi secara …………………………………iradiasi ultra violet dan sinar X.
-
Cephalospurium .……………..Þ penisilin N.
- Cephalosporium ………………
Þ sefalospurin C.
- Streptomyces …………………Þ
streptomisin, untuk pengobatan TBC

4.
Interferon

Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia. Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.

5.
Vaksin

Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria.
Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia.
Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.

Gbr. Tahapan sintesis vaksin yang direkayasa secara genetika

Thichacillus ferrooxidan berperan memisahkan logam dari bijihnya atau kotoran sehingga didapat logam berkualitas tinggi. Sebagai contoh pada tembaga (Cu).

………………………………………………………….aktivitas
Reaksi: CuFeS2 + 2 Fe2(SO4)3 + 2 H2O + 3 O2 ———————————> CuSO4 + 5 FeSO4 + 2 H2SO4 + Energi

………………………………………….aktivitas
CuSO4 + 2 Fe+ + H2SO4 + Energi ———————————> 2 FeSO4 + Cu2+ + 2 H+

Thiobacillus ferrooxidan bersifat kemolitotrof

1.
Pencemaran oleh minyak.
Strain-strain Pseudomorms Þ mengkonsumsi hidrokarbon. Rekayasa genetik membentuk bakteri super yang
meogandung empat jenis plasmid pembawa gen untuk konsumsi hidrokarbon.
2.
Limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.

Gbr. Skema pengolahan air limbah

Dalam membatasi pemakaian pestisida, dilakukan upaya pemberantasan hama secara biologi antara lain penggunaan musuh alami dan menciptakan tanaman resisten hama.

1.
Bacillus thuringiensis Þ menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap larva serangga.
-Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman menghasilkan ..tanaman yang bersifat resisten hama serangga.
- Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat disemprotkan ..ke tanaman. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga.

2.
Baculovirus sp.
Virus disemprotkan ke tanaman. Bila termakan, serangga akan mati dengan sebelumnya, menyebarkan virus melalui perkawinan.

Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan

Sifat TOTIPOTENSIAL tanaman, dapat diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru.

Penemu F.C. Steward menggunakan jaringan floem akar wortel.

Gambar 1
Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan oleh Steward terhadap tanaman wortel (Daucus carota)

MANFAAT / KEUNTUNGAN KULTUR JARINGAN

1.
Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
2.
Sifat identik dengan induk
3.
Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
4.
Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa

1.
Tanaman kebal terhadap penyakit, misalnya tembakau kebal terhadap TMV.

Skema rekayasa genetika untuk membuat tumbuhan kebal virus TMV

2.
Tanaman mampu menambat N2.

Pemberian nitrogen dalam bentuk pupuk buatan secara berlebih ternyata berdampak negatif yaitu:

1.
Meningkatkan tekanan osmosis air tanah

2.
Meningkatkan keasaman tanah Þ akibat lanjut adalah defisiensi Ca, Mg dan K

3.
Terjadinya eutrofikasi karena penumpukan NO3 di perairan, jalan keluarnya adalah dilakukan rekayasa genetika


BIOTEKNOLOGI

Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU.

Ciri-ciri:

a.
Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).

b.
Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Pembagian daerah ekosistem air laut

  1. Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut:
    Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.
  2. Daerah Neritik:
    Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.
  3. Daerah Batial atau Daerah Remang-remang:
    Kedalamannya antara 200 – 2000 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.
  4. Daerah Abisal:
    Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.

Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian:

a.
Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
b.
Daerah twilight: daerah remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 – 2000 m.
c.
Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.

Komunitas di Dalam Ekosistem Air Laut

Menurut fungsinya, komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

a.
Produsen
terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya.
b.
Konsumen
terdiri atas berbagai jenis hewan. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut.
c.
Zooplaokton
terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah.


Pada ekosistem laut dalam, yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa.

Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis, berarti tidak ada produsen, sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap.

Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi:

Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah:

- hanyak minum
- air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus
- sedikit mengeluarkan urine
- pengeluaran air terjadi secara osmosis
- garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang

Daerah pantai merupakan daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat. Karena hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai.

Tumbahan pada hutan pantai cukup beragam. Tumbuhan tersebut bergerombol membentuk unit-unit tertentu sesuai dengan habitatnya. Suatu unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya disebut formasi. Setiap formasi diberi nama sesuai dengan spesies tumbuhan yang paling dominan.

Berdasarkan susunan vegetasinya, ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi 2, yaitu formasi Pres-Caprae dan formasi Baringtonia.

1.
Formasi Pres-Caprae

Pada formasi ini, tumbuhan yang dominan adalah Ipomeea pres-caprae, tumbuhan lainnya adalah Vigna, Spinifex littoreus (rumput angin), Canavalia maritime, Euphorbia atoto, Pandanus tectorius (pandan), Crinum asiaticum (bakung), Scaevola frutescens (babakoan).

2.
Formasi Baringtonia

Vegetasi dominan adalah pohon Baringtonia (butun), tumbuhan lainnya adalah Callophylum inophylum (nyamplung), Erythrina, Hernandia, Hibiscus tiliaceus (waru laut), Terminalia catapa (ketapang).

Di daerah pasang surut sendiri dapat terbentak hutan, yaitu hutan bakau. Hutan bakau biasanya sangat sukar ditempuh manusia karena banyaknya akar dan dasarnya terdiri atas lumpur.

Penduduk dunia terus bertambah, terutama di negara-negara berkembang. Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan pangan. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus, perlu disadari bahwa kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah terbatas. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan.

REVOLUSI HIJAU

Merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju.

Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain.

REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA

Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul

DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU

Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.

PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF

1.
Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
2.
Penurunan keanekaragaman hayati.
3.
Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk.
4.
Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.

Pemuliaan adalah usaha memperoleh bibit unggul dengan merakit keanekaragaman genetik (plasma nutfah) organisme.

Organisme yang dikategorikan bibit unggul bercirikan:

1. Masa pertumbuhan pendek (cepat menghasilkan)
2. Tahan hama dan penyakit
3. Produksi tinggi dan rasanya enak
4. Adaptif terhadap kondisi lingkungan
S. Masa produksi lama

Usaha yang dilakukan:

1. Seleksi
2. Hibridisasi
3. Mutasi
….- tumbohan poliploidi
….- mutasi radiasi dengan radioaktif
4. Transplantasi/cangkok gen
5. Kultur jaringan

Yang melatarbelakangi munculnya revolusi biru bahwa revolusi hijau belum dapat memenuhi seluruh kebutahan pangan dan 70 % bagian bumi kita adalah laut.

Sumber daya alam yang dapat diambil:

1. Tumbuhan: alga
2. Hewan : ikan kerang kepiting dan lain-lain
3. Mineral : NaCl, Mg dan lain-lain
4. Tanah diatom

PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF

1.
Penangkapan ikan yang tak kenal batas dengan alat dan bahan berbahaya.

2.
Meningkatnya jumlah penduduk dan industri di daratan menyebabkan pemasukan limbah ke laut dalam jumlah yang besar pula. Akibatnya laut menjadi kerah/kotor sehingga pada akbarnya menurunkan produktifitas ganggang dan menurunnya jumlah ikan.

3.
Pencemaran laut oleh limbah kapal dan tumpahan minyak.

4.
Rusak serta hilangnya hutan bakau karena diabah menjadi tambak.

Gbr. Mencari ikan dengan menggunakan gema

PENANGGULANGAN

1.
Mencegah dan mengatasi pencemaran antara lain:
a. melarang pembuangan sampah ke laut
b. pengolahan limbah cair industri sebelum masuk ke sungai dan ….berakhir di laut

2.
Mencegah penangkapan tak kenal batas antara lain:
a. membatasi ukuran ikan yang boleh ditangkap
b. melarang penggunaan bahan dan alat berbahaya

3.
Mencegah hilangnya hutan bakau

Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.

Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.

Ciri utama bioteknologi:

1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

Gbr. Kegunaan Bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia

Perkembangan bioteknologi :

1.
Era bioteknologi generasi pertama Þ bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.

Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.

2.
Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.

Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos

3.
Era bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.

Contoh:
produksi antibiotik dan hormon

4.
Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru.

Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal

1. MAKANAN BAHAN SUSU

….Prinsipnya adalah memfermentasi susu menghasilkan asam laktat.

1.
Keju

Mikroba: Propiabacterium (bakteri asam laktat) yang juga berperan memberi rasa dan tekstur keju.

2.
Yoghurt

Mikroba: 1. Lactobacillusbulgaris Þ pemberi rasa dan aroma
……….. 2. Streptococcus thermophilus Þ menambah keasaman

3.
Mentega

Mikroba: Leuconostoc cremoris

Gbr. Tahap-tahap dasar pembuatan minuman anggur merah

2. MAKANAN NON SUSU

1.
Roti, asinan, dan alkohol (bir, anggur “wine”, rum), oleh ragi

2.
Kecap, oleh Aspergillus oryzae

3.
Nata de Coco, oleh Acetobacter xilinum

Prinsipnya adalah pemecahan amilum oleh mikroba menghasilkan gula, yang kemudian difermentasi

4.
Cuka, oleh Acetobacter aseti

Alkohol difermentasi dalam kondisi aerob

1.
Asam Sitrat

mikroba : Aspergillus niger
bahan : tetes gula dan sirup
Fs. Asam Sitrat : pemberi citarasa, pengemulsi susu, dan antioksidan. Umumnya asam ini banyak terdapat pada jeruk.

2.
Vitamin

- B1 oleh Assbya gossipii
- B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas

3.
Enzim

a. Amilase Þ digunakan dalam produksi sirup, kanji, glukosa.
Glukosa isomerase : mengubah amilum menjadi fruktosa.
Fruktosa digunakan sebagai pemanis makanan menggantikan sukrosa.

mikroba: Aspergillus niger
…………Aspergillus oryzae
…………Bacillus subtilis

b. Protease
- digunakan antara lain dalam produksi roti, bir
- protease proteolitik berfungsi sebagai pelunak daging dan ..campuran deterjen untuk menghilangkan noda protein

mikroba: Aspergillus oryzae
…………Bacillus subtilis

c. Lipase
Antara lain dalam produksi susu dan keju Þ untak meningkatkan cita rasa.

mikroba: Aspergillus niger
………..
Rhizopus spp

d. Asam Amino
- asam glutamat Þ bahan utama MSG (Monosodium Glutamat)
- Lisin Þ asam amino esensial, dibutuhkan dalam jumlah besar
..oleh ternak.

Keduanya oleh Corynobacterium glutamicum


BIOGEOGRAFI

Biogeografi yaitu bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi. Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik) dalam kelompok-kelompoknya.

Daerah biogeografi ini dinamakan Australia, Oriental, Ethiopia, Neotropika, Paleartik dan Neartik. Karena fauna Paleartik dan Neartik adalah serupa, maka kedua daerah biogeografi ini kadang-kadang digabung menjadi Holartik.
IKLIM DAN BIOGEOGRAFI

Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di daerah tersebut. Sebaliknya jenis tumbuhan yang ada menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni daerah tersebut. Pada dasarnya iklim tergantung pada matahari. Matahari bertanggung jawab tidak hanya untuk intensitas cahaya yang tersedia untak proses fotosintesis, tetapi juga untuk temperatur umumnya.

Komponen iklim lain yang menentukan organisme apa yang dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban, kelembaban ini juga bergantung pada cahaya matahari dan temperatur. Curah hujan yang banyak diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar, sedangkan curah hujan yang lebih sedikit membantu komunitas yang didominasi oleh pohon-pohon pendek, semak belukar, rumput dan akhirnya kaktus atau tumbuhan gurun lainnya.

Makin tinggi curah hajan dan temperatur di suatu daerah (tanah) makin banyak dan makin besar jumlah tumbahan yang didukungnya. Dengan demikian iklim merupakan salah satu faktor utama terbentuknya daerah-daerah biografi.

Daerab-daerah biogeografl di dunia dengan beberapa organisme yang khas

1.
Australia

Australia Irian, Selandia Baru, dan kepulauan di Samudera Pasifik.
Misalnya: Semua Monotremata, Marsupialia (mammalia tidak berplasenta/mammalia berkantung), Rodentia, Kelelawar, burung Kaswari, burung Cenderawasih, jenis-jenis burung Kakaktua, ikan Paru-paru Australia dan burung Kiwi.

2.
Oriental

Daerah Asia bagian selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalirnantan, Sulawesi, dan Filipina.
Misalnya: Siamang, Orang utan, Gajah, Badak, burung Merak.

3.
Ethiopia

Afrika, Magaskar dan pulau-pulau sekitar Afrika
Misalnya: Gajah Afrika, Gorilla, Simpanse, Badak Afrika, Singa, Kuda Nil, Zebra, Jerapah, Burung Onta.

4.
Neotropik

Amerika Selatan dan Tengah, Meksiko dan Hindia Barat.
Misalnya: Armadillo, kelelawar Vampire, burung Kolibri.

5.
Neartik

Amerika Utara dari dataran tinggi Meksiko sampai kawasan kutub utara dan Greenland.
Misalnya: Kambing gunung, Karibon, tikus air (Beaves).

6.
Paleartik

Eurasia sebelah selatan ke Himalaya, Afghanistan, Iran dan Afrika bagian utara dari gurun Sahara.
Misalnya: Landak, Babi hutan dan Rusa kecil.

Distribusi organisme dipengaruhi oleh sejarah, iklim masa lalu dan susunan atau bentuk benua-benua dan hubungan ekologis masa lalu dan masa sekarang, serta semua interaksi satu sama lainnya. Karena kompleksitas hubungan ini, maka para pakar biogeografi telah cenderung memusatkan pada salah satu dari dua pendekatan utama terhadap bidang ilmu ini.

Biogeografi Sejarah

Menekankan terutama pada sejarah evolusi (perkembangan) dari kelompok-kelompok organisme. Dari mana mereka berasal ? Bagaimana mereka menyebar ? Bagaimanakah distribusinya pada masa sekarang dapat menjelaskan kepada kita tentang sejarahnya masa lalu ?

Biogeografi Ekologi

Memusatkan pada interaksi organisme pada saat ini dengan lingkungan fisik dan interaksi satu sama lainnya serta untuk memahami bagaimana hubungan-hubungan ini mempengaruhi dimana spesies dan takson yang lebih luar ditemukan pada masa sekarang.

PENYEBARAN HEWAN DI INDONESIA

Indonesia adalah suatu negara kepulauan yang terletak di antara 2 daerah biogeografi besar, yaitu antara daerah biogeografi Oriental dan daerah biogeografi Australian.

Didasarkan kepada sejarah asal wilayah Nusantara beberapa pakar membagi wilayah Indonesia menjadi beberapa kawasan. Kawasan-kawasan tersebut adalah:

1. Kawasan Indonesia Barat: meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan. Hewan-hewannya menyerupai hewan daerah oriental, misalnya:
gajah, harimau, orang utan, dan lain-lain.

2. Kawasan Indonesia Timur: meliputi Irian Jaya dan sekitarnya.
Hewan-hewannya menyerupai hewan di daerah Australia.

3. Kawasan Wallacea: meliputi wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan
Maluku, Sumba, Sumbawa, Lombok dan Timor. Memiliki hewan-hewan
khas (terutama di Pulau Sulawesi) tidak sama dengan hewan oriental
dan hewan Australia, misal: Anoa, burung Mako, kera hitam.

FLORA MALESIANA

Malesiana adalah suatu daerah luas yang meliputi Malaysia, Indonesia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.

Daerah ini merupakan wilayah bioma hutan hajan tropika dan memiliki beberapa jenis tumbuhan yang khas, misal: rotan, jati, cendana, kayu hitam.

Flora yang ditemukan di daerah ini sangat bervariasi bahkan beberapa tumbuhan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,
misal: jati, meranti, anggrek, rotan, kayu cendana, makroni dan lain-lain.

Pada habitat darat dikenal istilah Bioma yaitu daerah habitat yang meliputi skala yang luas. Berikut ini hanya akan dibahas beberapa bioma utama yaitu:

1. Bioma gurun dan setengah gurun
2. Bioma padang rumput
3. Bioma hutan tropis
4. Bioma hutan gugur
5. Bioma hutan taiga
6. Bioma tundra
7. Bioma sabana
8. Bioma hutan bakau (mangroul) dan
9. Bioma hutan lumut
10. Bioma Hutan Musim

Gbr. Perubahan Bioma Menurut Ketinggian Garis dan Lintang

1. Bioma Gurun dan Setengah Gurun

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

Ciri-ciri:

  1. Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
  2. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
  3. Kelembaban udara sangat rendah
  4. Perbedaan suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
  5. Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air

Lingkungan biotik:

- Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat
beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).

- Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu
menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil
misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada
pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.

2. Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.

Ciri-ciri:

  1. Curah hujan antara 25 – 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
  2. Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
  3. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

Lingkungan biotik:

- Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan
porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka
merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan,
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.

– Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia.
Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.

3. Bioma Sabana

Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.

- Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri
atas satu jenis tumbuhan saja.
- Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari
campuran berjenis-jenis pohon.

4. Bioma Hutan Tropis

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri:

  1. Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 – 225 cm/tahun.
  2. Matahari bersinar sepanjang tahun.
  3. Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
  4. Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.

- Flora: pada biorna hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies
tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 – 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu
tudung atau kanopi.

Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah
tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit
adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan
tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang
Burung.

– Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari
hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-
hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam
hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.

5. Hutan Musim

Di daerah tropis, selain hutan tropis terdapat pula hutan musim.

Ciri tumbuhan yang membentuk formasi hutan musim:

Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering), daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan, daunnya lebat. Hutan musim biasa diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang dominan, misalnya: hutan jati, hutan angsana. Di Indonesia, hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fauna yang banyak ditemukan rusa, babi hutan, harimau.

6. Hutan Lumut

Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi mereka pun menutupi batang-batang pohon berkayu. Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir selalu hujan karena kelembaban yang tinggi dan suhu rendah menyebabkan timbulnya embun terus-menerus.

7. Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)

Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.

Ciri-ciri:

- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 – 100 cm/tahun.
- Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan
musim semi
- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan
tropis.

Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang.

Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.

Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi.

8. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen
Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada.

Ciri-ciri bioma hutan taiga:

  1. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.
  2. Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
  3. Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.
  4. Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin.

9. Bioma Hutan Tundra

Bioma ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil.

Ciri-ciri:

  1. Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
  2. Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
  3. Fauna khas bioma tundra adalah “Muskoxem” (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).

10. Hutan Bakau / Mangrove

Hutan bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai di daerah tropik dan subtropik. Tumbuhan yang dominan adalah pohon bakau (Rhizophora sp), sehingga nama lainnya adalah hutan bakau, selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).

Ciri-ciri:

  1. Kadar garam air dan tanahnya tinggi.
  2. Kadar O2 air dan tanahaya rendah.
  3. Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat air surut lingkungannya becek dan herlumpur.

Dengan kondisi kadar garam tinggi, menyebabkan tumbuhan bakau sukar menyerap air meskipun lingkungan sekitar banyak air, keadaan ini dikenal dengan nama kekeringan fisiologis. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan tersebut tumbuhan bakau memiliki dedaunan yang tebal dan kaku, berlapiskan kutikula sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar.

Untuk menyesuaikan diri dengan kadar O2 rendah, tumbuhan bakau memiliki akar nafas yang berfungsi menyerap O2 langsung dari udara. Agar individu baru tidak dihanyutkan oleh arus air akibat adanya pasang naik dan pasang surut terutama pada bakau kita dapati suatu fenomena yang dikenal dengan nama VIVIPARI yang artinya adalah berkecambahnya biji selagi biji masih terdapat dalam buah, belum tanggal dari pohon induknya, dapat membentuk akar yang kadang-kadang dapat mencapai 1 meter panjangnya.

Jika biji yang sudah berkecambah tadi lepas dari pohon induknya maka dengan akar yang panjang tersebut dapat menancap cukup dalam di dalam lumpur, sehingga tidak akan terganggu dengan arus air yang terjadi pada gerakan pasang dan surut.

Hutan bakau di Indonesia terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan Kalimantan dan sepanjang pantai Irian, di Pulau Jawa hutan bakau yang agak luas masih tersisa di sekitar Segara Anakan dekat Cilacap yang merupakan muara sungai Citanduy.

Jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan dalam lingkungan hutan bakau terutama adalah ikan dan hewan-hewan melata (buaya, biawak) dan burung-burung yang bersarang di atas pohon-pohon bakau.

Ekosistem akuatik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Ekosistem air tawar
  2. Ekosistem air laut

Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau, rawa.
  2. Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai, air terjun.

Ciri-ciri ekosistem air tawar:

a. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari
kadar garam protoplasma organisme akuatik.
b. Variasi suhu sangat rendah.
c. Penetrasi cahaya matahari kurang.
d. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Flora ekosistem air tawar:

Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil), tumbuhan tingkat rendah (jamur, ganggang biru, ganggang hijau).

Fauna ekosistem air tawar:

Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar, misalnya protozoa, spans, cacing, molluska, serangga, ikan, amfibi, reptilia, burung, mammalia. Ada yang selalu hidup di air, ada pula yang
ke air bila mencari makanan saja.

Hewan yang selalu hidup di air mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah.
Pada ikan dimana kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air, mempunyai cara beradaptasi sebagai berikut:
- Sedikit minum, sebab air masuk ke dalam tubah secara terus-menerus melalui proses osmosis.
- Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif
- Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan, juga diekskresikan
melalui insang dan saluran pencernaan.

1.
Berdasarkan cara memperoleh makanan atau energi, dibagi menjadi 2 kelompok:

a.
Organisme autotrof: organisme yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Tumbuhan hijau tergolong organisme autotrof, peranannya sebagai produsen dalam ekosistem air tawar.
b.
Fagotrof dan Saprotrof: merupakan konsumen dalam ekosistem air tawar. Fogotrof adalah pemakan organisme lain, sedang Saprotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain.

2.
Berdasarkan kebiasaan kehidupan dalam air, organisme air tawar dibedakan atas 5 macam:

a.
Plankton: terdiri atas fitoplankton (plankton tumbahan) dan zooplankton (plankton hewan), merupakan organisme yang gerakannya pasif selalu dipengaruhi oleh arus air.
b.
Nekton: organisme yang bergerak aktif berenang. Contoh: ikan, serangga air.
c.
Neston: organisme yang beristirahat dan mengapung di permukaan air.
d.
Bentos: organisme yang hidup di dasar perairan.
e.
Perifiton: organisme yang melekat pada suatu substrat (batang, akar, batu-batuan) di perairan.

3.
Berdasarkan fungsinya, organisme air tawar dibedakan menjadi 3 macam:

a.
Produsen: terdiri dari Bolongan ganggang, ganggang hijau dan ganggang biru, golongan spermatophyta, misal: eceng gondok, teratai, kangkung, genger, kiambang.
b.
Konsumen: meliputi hewan-hewan, serangga, udang, siput, cacing, dan hewan-hewan lainnya.
c.
Dekomposer/pengurai: sebagian besar terdiri atas bakteri dan mikroba lain.

Berdasarkan intensitas cahaya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu:

a.
Daerah litoral: daerah air dangkal, sinar matahari dapat menembus sampai dasar perairan organisme daerah litoral adalah tumbuhan yang berakar, udang, cacing dan fitoplankton.

b.
Daerah limnetik: daerah terbuka yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Organisme daerah ini adalah plankton, neston dan nekton.

c.
Daerah profundal: daerah dasar perairan tawar yang dalam sehingga sinar matahari tidak dapat menembusnya. Produsen sudah tidak ditemukan lagi


Laut Selatan Mengapa sering Menelan Korban

Beberapa saat lagi musim liburan sekolah tiba. Pantai nampaknya masih menjadi satu referensi tujuan wisata untuk mengisi masa liburan sekolah. Terutama pantai selatan, keelokan dan deburan ombaknya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Namun belum hilang dari ingatan kita belum lama ini bagaimana laut selatan meminta korban. Hal ini nampaknya menjadi sebuah cerita tersendiri bagi keberadaan laut selatan.

Sudah banyak larangan untuk tidak mandi di laut terpasang di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Namun ada saja wisatawan yang bandel mengacuhkan larangan tersebut sehingga membahayakan keselamatannya sendiri. Pihak keamanan pantai selatan yogya pun mengeluhkan minmnya sarana pengawasan pantai. Tidak tersedianya kendaraan yang memudahkan mereka mengawasi pantai menyulitkan mereka mengawasi wisatawan dan menghalau mereka yang bandel tidak mengacuhkan larangan.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak korban berjatuhan disana. Legenda menyebut, itu karena ulah para korban dipilih oleh Nyi Roro Kidul sebagai tumbal Laut Selatan.  Kebanyakan korban adalah wisatawan domestic berusia muda, sekitar 15-27 tahun. Mereka berlibur ke pantai laut selatan untuk menikmati keindahan panorama bentang alam pantai, sekaligus merasakan deburan ombak yang menggelegar. Itulah kemudian yang konon para korban adalah orang yang dipilih oleh penguasa laut selatan sebagai balatentaranya.Semuanya kembali pada diri anda apakah percaya atau tidak. Yang jelas itu merukan satu kepercayaan dan kearifan local yang berkembang di wilayah setempat.  Tetapi  penjelasan ilmiahnya berkata lain.

Pantai Laut Selatan merupakan sebutan popular untuk kawasan sepanjang pantai Samudera Indonesia, terutama yang berbatasan dengan Pulau Jawa di bagian selatan.

Jika kita memandang dari perspektif ilmu kebumian (geologi) tentu akan berbeda dari cerita diatas. Paling tidak ada 4 tenaga kelautan, yakni gelombang laut, arus laut, angin, dan pasang surut air laut. Dari sana tentu dapat ditafsirkan bahwa penyebab utama dari kecelakaan itu adalah satu atau kombinasi dari 4 faktor yang disebutkan sebelumnya.

Dalam kasus laut selatan kecelakaan yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh kombinasi antara gulungan ombak dan sederet arus. Untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu karakter ombak, konfigurasi dasar laut, dan mekanisme interaksi kedua factor itu.

Gelombang laut di pesisir selatan Pulau Jawa, umumnya berenergi tinggi dengan ombak besar. ini terjadi karena pantai langsung menghadap dengan laut lepas. Berdasar teori ada beberapa factor yang mempengaruhi terbentuknya gelombang. factor utama adalah angin, angin merupakan factor utama pembangkit gelombang, kombinasi kekuatan angin dengan pasang surut khususnya di musim barat akan menimbulkan ombak besar.

Bentuk morfologi dasar laut di sejumlah lokasi pantai laut selatan juga sangat memungkinkan terjadinya hempasan gelombang dahsayat ke pantai yang sekaligus memicu terjadinya arus seretan. Pantai selatan adalah pantai yang memiliki breaker zone (zona pecah gelombang ) yang dekat dengan garis pantai. hal ini terjadi karena pantai selatan adalah pantai yang mengalami pengangkatan karena didongkel oleh lempeng samudra yang menyusup masuk lempeng benua di selatannya. Sehingga energi besar gelombang yang pecah di lokasi yang dekat dengan garis pantai, masih memiliki energy sapuan yang menyapu pantai dengan kuat. Hal ini juga diperkuat oleh morfologi dasar laut selatan berupa palungan, parit-parit yang merupakan tempat terkonsentrasinya arus balik ke lepas pantai. Arus balik inilah yang kemudian menyeret korban ke tengah laut.

Secara rekonstruktif diperkirakan, peristiwa terseretnya korban yang sedang berenang, diawali dengan hempasan dan gulungan ombak cukup kuat sehingga arus putar (turbuleance current) pecahan ombak membuat korban terpental ke dasar laut. Hantaman ombak menyebabkan kepanikan sehingga kordinasi gerak tubuh menjadi kacau. Benturan kepala  dengan benda keras pun dapat terjadi.

Akibatnya, korban tak sadarkan diri. Pada saat bersamaan arus balik menyeret korban melalui jaringan parit dasar laut secara tiba-tiba. Korban dengan cepat kahilangan panas tubuh (hipotermia), dan akhirnya tewas.

Tulisan ini bukan berarti larangan untuk berkunjung ke pantai. Bagaimanapun angin pantai yang semilir merupakan tempat yang cocok untuk melepas penat. namun tetap harus memperhatikan keselamatan diri. Mematuhi peringatan untuk tidak berenang di pantai selatan nampaknya adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan. Terlebih jangan tertipu oleh bagian air laut yang terlihat tenang, justru itulah tempat dengan arus balik yang kuat berada. Selamat berwisata dengan aman.

Makkah Mean Time Sebuah Titik Balik Peradaban Islam

96.  Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S Ali Imran:96)

Kita semua ingat bagaimana pada masanya dulu Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia. Baghdad sebagai pusat Kekhalifahan Islam bani Abasyiah ketika itu menjadi pusat perkembangan Ilmu pengetahuan. Banyak sumbangsih ilmuan Islam ketika itu yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu modern yang berkembang sampai sekarang. Kita mengenal Ibnu Sina, Alkhawarizmi, Al-Idrisi beserta banyak ilmuan Islam lain yang telah menyumbangkan gagasan yang berarti bagi peradaban manusia.

Di 2010 ini lagi seorang ilmuan dari mesir, Abdel Basit Al Sayyed, Ilmuan dari Mesir menyatakan Mekkah adalah zona  magnet nol yaitu zona tanpa kekuatan magnet yang dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum kompas di makkah. Hal ini kemudian dijadika dasar oleh pemerintah Makkah untuk menggeser Basis waktu dunia ke Makkah. Menuai Kontroversi memang, namun tentu itu dinantikan oleh 1,5 Milyar Umat Islam di dunia.

Greenwich meridian Time secara resmi telah digunakan sebagai basis pembagian waktu dunia . International Meridian Conference di Washington memutuskan untuk membasiskan  titik nol derajat di greenwich di Inggris Raya. Sebenarnya kontroversi ini telah ada sebelumnya antara negara-negara yang mengajukan dirri untuk menjadi titik nol derajat. Tercatat negara-negara besar seperti inggris, Prancis dan Amerika pernah berebut status titik nol ini, menjadi titik pusat waktu dunia. Akhirnya melalui konferensi panjang Kota greenwich lah yang ditetapkan untuk menjadi basis waktu dunia.

Ketika itu bahkan prancis masih sempat tidak menyetujui penggunaan GMT dan masih menggunakan Paris Meridian Time yang digunakan sampai sekitar penghujung tahun 1930. Setelah insiden pusat waktu dunia ini praktis tidak ada lagi perdebatan tentang basis waktu dunia sampai dengan tahun 2010 ini.

Pemerintah Mekkah akhirnya mengumumkan keinginannya untuk menggubah basis waktu dunia dari greenwich ke Mekkah dengan pemgumuman pendirian jam terbesar di dunia yang dikenal dengan Abraj Al-Bait Tower pada tahun 2004. Jam ini mulai berdenting hari Kamis 12 Agustus lalu. Sejak bulan puasa tahun ini jam ini diujicoba dan diharapkan menjadi alternatif panduan waktu bagi 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia.

Rencana pemerintah Arab Saudi menggeser basis waktu dunia ini tentu bukanlah masalah sepele. Daris segi material saja pembangunan jam ini menghabiskan dana sebesar 800 juta dolar AS. Sesainnya dibuat oleh desainer dari swiss dan Jerman. Terlebih pada usaha menggeser waktu dunia ke mekkah tentu bukan perkara mudah mengingat GMT yang telah dugunakan selama 125 tahun ini dalam penetappannya juga melalui serangkaian proses yang alot.

Alasan yang digunakan dalam upaya penggeseran basis waktu dunia ini yang telah diungkapkan sebelumnya, Mekkah adalah zona  magnet nol yaitu zona tanpa kekuatan magnet yang dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum kompas di makkah. Namun hal ini ditentang oleh ilmuan barat yang menyatakan bahwa kutub utara pada kenyataannya berada di garis yang melewati kanada, AS, Meksiko dan Antartika.

Oleh karena itu dalam mewujudkan MMT ini pemerintah arab saudi harus menyiapkan konsep yang matang dan dapat meyakinkan berbagai pihak  internasional. Karena ini sangat menghentak dunia yang diniali menentang konvensi dunia 1884.

Kita tunggu saja apakah tanggal peresmian Jam di Menara abraj al bait ini juga akan mengubah waktu dunia yang telah dibagi dalam 360 sesuai dengan konferensi dunia di washington. Jika ya maka pemerintah makkah yang menggadang proyek ini harus mempunyai aturan waktu baru bagi dunia yang telah menggunakan GMT sejak dulu kala.

Ketika ini benar-benar terwujud maka kembali menjadi titik balik dimana Islam memang Agama yang Rahmatan Lil’alamin dimana dengan sistem ekonomi syariah yang terbukti tidak tepengaruh dengan krisis global dan tentunya ditambah dengan pusat waktu dunia yang akan berpusat di makkah maka satu persatu dunia ini kembali mengkiblat ke Islam.

GEOGRAFI DAN ISLAM

Ilmu geografi tumbuh dan berkembang dari awal peradaban manuisa. Sesungguhnya Munculnya pemikiran geografis dapat dikatakan sejalan dengan munculnya peradaban umat manusia. Pada  saat manusia secara naluriah  mengenal upaya untuk mempertahankan diri dan mengembangkan eksistensinya di permukaan bumi. Pada dasarnya mereka telah berfikir geografis. Tentang apa yang dapat dimakan, dimana mendapatkan makanan, kapan dapat diperolehnya, mengapa bahan pangan ada di wilayah tertentu dan bagaimana memperoleh makanan.

Walaupun demikian, Dasar-dasar perkembangan geografi pada umumnya orang masih merujuk pada apa yang dikembangkan para pakar pada masa Yunani kuno.

Eratosthenes (276-196 SM) adalah tokoh yang pertama menyebut dirinya sebabagai ahli geografi dan memperkenalkan istilah geografi lewat buku yang ditulisnya dengan judul “Geographika”, yang meliputi bab-bab tentang pengetahuan geografi fisik (perubahan hubungan darat, laut dan arus laut,),  geografi  astronomi serta bab yang berisi uraian tentang negeri dan bangsa-bangsa (Khoe Soe Khiam, p.10). disamping itu dia juga orang pertama yang melakukan pengukuran besarnya bola bumi. Dilanjutkan dengan Strabo (66-24 M) yang meletakkan pandangan dasar yang sekarang ini menjadi ciri utama pendekatan kajian geografi, yaitu keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Lalu Claudius Ptolomeus yang menyempurnakan metode penentuan lokasi tempat-tempat di permukaan bumi dengan penggunaan sistem garis bujur dan garis lintang.

Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk juga geografi telah berhasil dibuahkan dalam satu kurun waktu sekitar 400 tahun dari 250 SM- 200 M. Keadaan  ini dimungkinkan oleh adanya suasana kehidupan intelektual dan politik yang menunjang. Para  ahli bebas mengemukakan pendapatnya tentang berbagai peristiwa atau kejadian di Bumi. Baik orang awam atau pun pakar geografi mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengadakan perjalanan. Sehingga keilmuan geografi sangat dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan keruangan dalam mengenai  arah, jarak, letak tempat-tempat dan hubungan kenampakkan dengan kenampakkan lain.

Pada kurun waktu 200-1200 merupakan jaman kegelapan bagi pertumbuhan geografi dan pengetahuan perpetaan. Keadaan demikian itu berkaitan erat dengan perjalanan sejarah eropa. Keadaan politik yang tidak mendukung. Dimana eropa menjadi negara kecil yang saling berperang, sehingga tak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Rasa ingin tahu akan apa yang ada diluar cakrawala pun sukar dikembangkan. Juga diwarnai dengan kehidupan yang diwarnai dengan dominasi gereja. Peta yang berkembang adalah peta-peta yang dirujuk oleh tokoh gereja.

Pengetahuan geografi dan perpetaan yang  telah berkembang tidak sepenuhnya lenyap selama abad pertengahan. Orang-orang Islam di dunia Arab masih meneruskan dan mengembangkan lebih lanjut tradisi ilmu geografi, Khususnya setelah keberhasilan ekspedisi kekuasaan Islam ke Eropa pada abad ke delapan. Antara tahun 800 hingga 1400 pengetahuan geografi, perpetaan dan kosmografi yang dikembangkan para ahli Islam dapat dikatakan cukup maju dan dikembangkan dari berbagai macam sumber. Sarjana-sarjana Muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya yunani tetapi juga mengkombinasikannya dengan pengetahuan yang telah berkembang di pusat kebudayaan di mesir, india, dan persia. Serta perjalanan langsung ke berbagai penjuru dunia.

Perkembangan keilmuan geografi di dunia Islam terutama disebabkan oleh hal sbb: 1 Perdagangan  yang cukup  ramai meliputi 3 benua. 2. Bahasa dan agama yang sama. 3. kesultanan yang  mendukung sepenuhnya keilmuan. 4. Penterjemahan karya yunani dlam bahasa arab. 5. Berkembangnya ilmu dasar (Biologi, ilmu hitung, kedokteran dll).

Untuk keperluan perjalanan cendekiawan muslim memerlukan pengetahuan lokasi tempat secara sama, lebih-lebih ketika Kekuasaan Islam terbentang dari pakistan hingga pantai atlantik dan meliputi seluruh pantai utara Afrika dan sejumlah kawasan di Eropa. Sumbangan dunia Islam meliputi  pengetahuan Klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus.

Karya-karya sarjana Muslim seperti  Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain. Karena demikian besar jasanya dalam geografi dan Kartografi, Al-Idrisi diangkat diangkat sebagai penasihat dan pengajar di istana raja Sicilia, Roger II (1154), dan akhir-akhir ini namanya (Idrisi) diabadikan untuk nama perangkat lunak yang dikembangkan Universitas Clark di Worcester (Amerika Serikat) untuk alat bantu analsisis geografi, citra digital, kartografi, dan sistem informasi geografis (Prahasta p.15)

Sumber:

Suharyono.2005.Dasar-dasar kajian Geografi Regional.Semarang:UNNES Press

GEOGRAFI KOTA

Konsep Geografi Kota

Pengertian
Dalam kehidupan sehari-hari kota selalu Nampak sibuk. Warga kota yang menjadi enghuni kota memerlukan tempat berteduh, bekerja, tempat bergaul, dan tempat menghibur diri. Oleh karena itu kita dapat melihat beberapa aspek kehidupan di kota diantaranya aspek social, budaya, ekonomi, aspek pemerintahan dan sebagainya.
Menurut Bintarto:”Dari segi geografi, kota dapat diartikan sebagai suatu system jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan di warnai dengan strata social-ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis, atau dapat pula di artikan sebagai bentang budaya yang di timbulkan oleh unsure-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis di bandingkan dengan daerah belakangnya.”
Dari fakta, kota merupakan tempat bermukim warga kota , tempat bekerja, tempat hidup, dan tempat rekreasi. Oleh karena itu, kelangsungan dan kelestarian kota harus di dukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk waktu yang selama mungkin.
Istilah kota dan daerah perkotaan di bedakan di sini karena ada dua pengertian yaitu: kota untuk city dan daerah perkotaan untuk ‘urban’. Istilah city di identikkan dengan kota, sedangjan urban berupa daerah yang memiliki suasana kehidupan dan penghidupan modern, dapat di sebut sebagai daerah perkotaan.
Penggolongan kota dapat di dasarkan pada fungsi, struktur mata pencaharian, tipe masyarakat, jumlah penduduknya, besar-kecilnya daerah permukiman dan sebagainya. Jadi penggolongan kota ini dapat dilihat dari segi ekonomi, segi sosiologi, segi demografi, dan segi geografis yang abstrak.
Struktur Kota
Dari segi geografis, studi tentang kota adalah penting dan menarik, karena dalam disiplin ini di perhatikan mengenai halihwal lokasi kota, kedudukan kota, hubungan kota dengan daerah di sekitarnya (location, site and situation). System zoning dan perubahan-perubahan yang timbul, perkembangan kota dan masalah-masalah yang di hadapinya. Menurut Freeman (1958), dikatakan bahwa:”planning has an inescapable basic”. Dengan pernyataan ini maka geografi akan banyak membantu di bidang perencanaan kota . mengenai hal ini dapat di baca buku-buku seperti Geography and Planning karangan Freeman, Urban Regional and Planning karangan Brian J. Loughlin (1970).
Ekspresi demografi dapat di temui di kota-kota besar. Kota-kota sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pusat jasa lainnya menjadi daya tarik bagi penduduk di luar kota. Banyak penduduk dari luar kota hilir mudik ke kota untuk keperluan berdagang atau keperluan lain yang berhubungan dengan pekerjaannya sehari-hari.
Struktur penduduk kota dari segi umur menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dala umur produktif. Kemungkinan besar adalah bahwa mereka yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pension lebih menyukai kehidupan dan suasana yang lebih tenang. Sussana ini terdapat di daerah pedesaan atau ‘suburban’. Selain dari pada itu perkembangan yang terjadi di dalam kota terutama dalam inti kotanya menyebabkan daerah tersebut menjadi daerah pusat kerja penduduk yang masih berumur produktif baik di bidang perdagangan, pendidikan dan sebagainya.
Struktur kota dapa di lihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduk atau warga kota. Sudah jelas bahwa jenis mata pencaharian penduduk kota di bidang nonagraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan, kepegawaian, pengangkutan, dan di bidang jasa serta lain-lainnya. Dengan demikian struktur dari jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti dari suatu kota.
Tanda Pengenal Kota
Tanda pengenal kota terutama di kota-kota yang tergolong kota besar dapat dilihat pada beberapa kenampakan antara lain adalah cirri fisis dan cirri social. Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi kota, maka beberapa ciri fisis dapat di tunjukkan sebagai berikut:
1)Tempat –tempat untuk pasar dan pertokoan. Pasar merupakan titik point dari suatu kota. Pada waktu dulu pasar merupakan daerah yang terbuka, di mana para petani dan pengrajin membawa barang – barangnya dan melakukan perdagangan secara barter atau tukar barang dengan barang. Kemajuan di bidang transportasi dan di gunakannya system uang, maka system barter ini menjadi system jual-beli. Perkembangan selanjutnya di bidang industry telah mebawa perubahan yang besar untuk pasar ini. Sifat pasar berubah dari daerah terbuka menjadi gedung-gedung pusat perdagangan yang sedikit banyak tertutup, yang menjual belikan hasil bumi dan hasil-hasil industry.
2)Tempat – tempat untuk parkir. Daerah-daerah pusat kegiatan di kota ini dapat hidup karena adanya jalur jalan, alat pegangkutan sebagai wadah arus penyalur barang dan manusia. Kendaraan pengangkut barang maupun orang tidak selalu dalam keadaan bergerak terus, tetapi berhenti di tempat-tempat tertentu.
3)Tempat-tempat rekreasi dan olahraga. Tempat rekreasi dan olahraga dikota ini atau di desa adalah penting bagi manusia. Kita ingat pepatah:”dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” .(mensana Incorporesano)
Demikianlah ciri-ciri pokok tentang suatu kota. Perubahan dan variasi dapa terjadi, karena tidak ada dua kota yang sama benar struktur dan keadaannya. Suatu hal yang perlu di tambahkan sebagai penjelasan ialah pengertian mengenai istilah ‘neighborhood’. Dalam pengertian tersebut terkandung unsur-unsur fisis dan social, karena unsure-unsur tersebut terjalin menjadi satu unit yang merupakan satu unit tata kehidupan kota. Unsur – unsurnya antara lain: gedung sekolah, bangunan pertokoan, pasar, daerah-daerah terbuka untuk rekreasi , rel kereta api dan jalan mobil serta sebagainya. Unsur-unsur tersebut menimbulkan kegiatan dan kesibukan dalam kehidupan sehari-hari, jadi sesungguhnya ‘neighborhood’ ini sudah tidak lagi menjadi hal baru bagi kita.
Pemekaran Fisik Kota
Di kota kota yang sudah maju, kota tidak hanya luas secara meb\ndatar tetapi juga menegak. Gedung-gedung bertingkat merupakan cirri khas untuk kota yang modern. Masalah-masalah yang di timbulkan sebagai akibat pemekaran kota adalah masalah perumahan, masalah sampah, masalah di bidang kelalulintasan, masalah kekurangan gedung sekolah, masalah terdesaknya daerah persawahan di perbatasan luar kota dan masalah administrative pemerintahan. Masalah-masalah yang banyak ini kemudian mendesak para perencana dan pengatur kota untuk segera dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Masalah yang bersifat fisis ini ternyata juga bersangkut-paut dengan masalah social-ekonomi.
Kurangnya daya tampung perumahan bagi penduduk berpenghasilan kecil atau minim dan bagi para penganggur dari luar kota dapat memperluas daerah alam dan menambah jumlah orang yang di sebut para “gelandangan”. Kemudian timbul dari keadaaan tersebut di atas berbagai bentuk kriminalitas dan polusi yang sangat mengganggu ketenangan kota. Denga demikian dampak bahwa gejala-gejala fisik, social, ekonomi yang negative ini di timbulkan karena masih berkurangnya daya tampung kota.
Untuk mengatasi berbagai masalah yang di timbilkan oleh pemekaran kota, peranan aparatur kota sangat mennetukan keberhasilan program-program pembangunannya.
Sumber penyebab terjadinya pencemaran lingkungan yang terjadi di daerah kota ternyata tidak dapat lepas dari akibat adanya perkembangan kota dan kemajuan teknologi. Aktivitas manusia dengan teknologi sederhana, tradisional, ataupun teknologi pada jenis yang maju telah banyak menggoyahkan lingkungan dalam arti negative, karena kurangnya kesadaran dab kurangnya perhitungan manusia dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Masalah pencemaran lingkungan hidup di kota tidak kalah pentingnya dengan masalah social dan ekonomi untuk dapat di perhatikan secara serius. Hal ini mengingat bahwa, (1) ketenangan penduduk atau warga kota semakin menurun akibat pencemaran fisis, seperti pencemaran air, udara, dan suara.
Degradasi lingkungan atau pencemaran lingkungan yang terjadi di kota tidak hanya bersifat fisis, tetapi juga bersifat social, seperti rasa jenuh, rasa kesal, rasa “jijik” untuk tinggal di suatu tempat. Oleh karena itu, penyelesaiannya sebaiknya di dekati dengan menggunakan pendekatan manusiawi atau human “approach”.
Keadaan yang semakin memburuk ini harus dapat di cegah agar tidak berlarut-larut seperti yang di nyatakan oleh Ray, M. Northam sebagai berikut: “Solutions to physical problems of environmental degradation in the city are essential to survival of the population; solutions to societal problem of environment degradation are essential to enhancement of livability for the population”. Terutama pada kota-kota metropolitan gejala-gejala pencemaran lingkungan hidup kota harus mendapat perhatian secara sungguh-sungguh karena beberapa kota metropolitan “livability” nya telah di sinyalir telah berada di bawah garis atau tingkat minimal, sebagai akibat dari pengrusakan lingkungan hidup kota.
Kota Sebagai Lingkungan hidup
Kota, seperti apa yang di lihat sekarang secara sepintas merupakan pusat berbagai kegiatan dari suatu wilayah tertentu, antara lain: pusat pengelompokan penduduk, pusat kegiatan ekonomi, kegiatan budaya, kegiatan politik, dan sebagainya. Kota adalah hasil dari suatu proses pertumbuhan, ekonomi, social, budaya, sejarah, dan geografis. Ruang, waktu, dan potensi sangat menentukan terjadinya perkembangan atau pemekaran kota. Potensi kemudahan yang di maksud di sini adalah “site” dan situation” yang di miliki oleh setiap kota.
“site” merupakan kedudukan fisikal (physical setting) untuk suatu tempat, misalnya: kota di perbukitan, kota sungai, kota di pelabuhan, kota di padang pasir, dan sebgainya. Site yang dimiliki suatu tempat atau kota berbeda-beda dan perbedaan ini mengakibatkan perbedaan corak, sifat, dan perkembangan kotanya. Bandingkan saja perkembangan kota pelabuhan dengan kota pegunungan, perbedaannya tidak hanya di lihat pada pola dan struktur kota saja, melainkan dapa di lihat dari sifat dan kebudayaan penghuninya. Jadi, site walaupun nampaknya sebgai suatu wujud yang fisikal tetapi ternyata mempunyai pengaruh yang tidak Nampak langsung terhadap proses perkembangan kota.
“Situation”, dapat di artikan sebagai posisi geografi dari suatu tempat. Dalam hal ini, bagaimana hubungan kota itu dengan daerah belakangnya (hinterland) dan bagaimana pula hubungannya dengan kota-kota lain di sekitarnya? Selain itu juga di perhatikan bagaimana lokasi kota tersebut di dalam “network”, seperti jaringan perdagangan, jaringan jalan, jaringan social, dan sebagainya. Lingkungan ini lebuh hidup dari pada lingkungan yang di timbulkan oleh “site”.
Degradasi Lingkungan Hidup Kota
Kemunduran lingkungan hidup yang juga di kenal dengan istilah”urban environment degradation” pada saat ini telah meluas dari berbagai kota dunia dan kota di Indonesia sudah nampak ada gejala yang membahayakan.
Kemundurn atau kerusakan lingkungan hidup dapat di lihat dari dua segi: (1) dari segi fisis yaitu gangguan yang di timbulkan dari unsur-unsur alam seperti air yang sudah tercemar dan udara yang telah tercemar pula. Tercemarnya air dan udara ini menyebabkan gangguan kesehatan dan juga mematikan penduduk kota. Degradasi jenis ini dapat di golongkan dalam degradasi lingkungan yang bersifat fisis atau “ environmental degradation of physical nature”. (2) dari segi masyarakat atau social yaitu gangguan yang di timbulkan oleh manusia sendiri dan dapat menimbulkan kehidupan yang tidak tenang dan tidak tentram. Degradasi jenis ini di sebut degradasi lingkungan yang bersifat social atau “environmental degradation of societal nature”.
Urbanisasi yang juga menjadi salah satu penyebabnya; urbanisasi yang di timbulkan oleh industrialisasi yang berkkembang di kota, mengakibatkan kegiatan tersier di daerah perkotaan meningkat, terutama di bidang perdagangan dan pelayanan industri.
Dengan makin meningkatnya kerusakan lingkungan hidup kota, maka di beberapa kota sudah nampak “daya dukung” hidup kota sudah mencapai batas minimal;, sehingga keadaan ini dapat mengurangi ketenangan dan kesenangan hidup peduduknya.
Kemajuan teknologi telah menimbulkan masalah dan tentunya di harapkan teknologi juga dapat mengatasi masalah yang di timbulkan tersebut. Kota yang pada permulaanya banyak menarik penduduk, saat ini nampaknya akan banyak di tinggalkan penduduk kota. Apakah urbanisasi akan menurunkan popularitasnya dan menjadi gerakan penduduk yang terbalik yaitu “ruralisai”? gejala ini mungkin terjadi, karena beberapa proses pemekaran kota sudah meunjukkan arahnya yaitu menuju ke daerah pinggiran kota yang termasuk wilayah desa. Gejala ini tentunya akan menmbulkan masalah di daerah tepian kota, terutama masalah lahan dan penggunaannya. Beberapa tulisan atas dasar penelitian geografi telah menunjukkan kenyataannya di sekitar kotya madya Yogyakarta.

Pemasyarakatan Peran Geografi

setiap bidang pekerjaan dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana peran Geografi di Indonesia.
Secara umum lapangan kerja bagi lulusan Geografi dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu :
(1) bidang kerja untuk menjaga keberlanjutan eksistensi ilmu Geografi
(2)bidang kerja untuk mendukung pengembangan ilmu Geografi
(3)bidang kerja untuk melaksanakan terapan ilmu Geografi
Di samping itu usaha pengelompokan dapat dilakukan menurut lingkup pekerjaannya seperti pengelolaan lingkungan, pendidikan, SIG dan PJ, kartografi dan perencana, atau menurut institusi kerja seperti perusahaan bisnis atau industri swasta, lembaga pemerintah pusat dan daerah (lokal) , BUMN dan lembaga pendidikan.
Menurut Haggett (2001, p.768) lulusan program studi Geografi di Amerika Serikat paling banyak bekerja pada bidang pengelolaan lingkungan (13%) dan paling sedikit bekerja sebagai perencana (7%) sedangkan berdasarkan institusi kerjanya paling banyak bekerja di perusahaan bisnis/industri swasta (40%) dan paling sedikit bekerja di lembaga pemerintah lokal (10%). Fakta tersebut menunjukkan bahwa sektor swasta di Amerika Serikat memiliki apresiasi paling besar terhadap profesi geograf dibanding sektor lainnya.
Walaupun belum ada penelitian secara lengkap tentang sebaran sarjana Geografi di Indonesia, namun dapat diperkirakan bahwa sekitar 5000 orang lulusan Geografi UI dan UGM tersebar pada semua bidang pekerjaan seperti diuraikan di atas. Secara kualitatif dapat dikemukakan bahwa sebagian besar bekerja pada lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan sedangkan paling sedikit bekerja pada lembaga bisnis swasta. Di Samping faktor budaya, faktor lain yang diduga mempengaruhi hal tersebut adalah belum jelasnya selling-point profesi Geografi selama ini. melalui kegiatan lembaga swadaya masyarakat atau individu. Diseminasi hasil penelitian dan pemikiran Geografi melalui berbagai jurnal ilmiah merupakan salah satu cara efektif pemasyarakatan peran Geografi. Organisasi profesi seperti IGI dan IGEGAMA dapat melakukan fungsi sebagai interface untuk memasyarakatkan produk pemikiran akademis Geografi ke dalam lingkungan pemerintah dan swasta.
Keragaman jenis hasil penelitian baik dari segi jumlah dan mutunya serta intensitas komunikasi melalui jaringan masyarakat geografi dapat meningkatkan apresiasi pengguna terhadap peranan Geografi di Indonesia. Di samping itu informasi tentang lapangan kerja dan konsentrasi sebaran lulusan Geografi pada Kegiatan pemasyarakatan peran Geografi dapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai kondisi dan dinamika masyarakat, baik jalur formal seperti melalui kegiatan seminar hasil penelitian ilmiah dan penelitian terapan, kegiatan praktis pembangunan wilayah dalam berbagai skala atau jalur non formal antara lain Berdasarkan data proyek penelitian yang dilaksanakan Pusat Penelitian Geografi Terapan (PPGT) Departemen Geografi FMIPA UI dan informasi tempat bekerja para lulusan Geografi akhir akhir ini ada indikasi semakin besarnya apresiasi masyarakat swasta terhadap profesi dan keahlian Geografi. Hal ini kemungkinan disebabkan antara lain oleh faktor keahlian teknis SIG dan PJ yang dikuasai lulusan Geografi saat ini. Oleh karena itu faktor yang menjadi “selling-point” tersebut dapat secara efektif dimanfaatkan dalam setiap kegiatan pemasyarakatan peranan Geografi di berbagai lingkungan masyarakat.
Upaya pemasyarakatan peran Geografi perlu dilakukan secara intensif karena adanya kecenderungan penurunan perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap keberadaan pendidikan Geografi di Indonesia. Wacana tentang akan dihapuskannya pelajaran Geografi di sekolah adalah sekedar contoh, walaupun pada akhirnya pemerintah menolak pemikiran tersebut. Contoh lain adalah belum adanya kemauan politik pemerintah untuk menetapkan profesi Geografi sebagai profesi penting sejajar dengan ekonomi, hukum atau teknik.

Serba Serbi Geografi

Geografi yang semulanya disebut ilmu bumi, sebagai pengetahuan diajarkan di Perguruan Tinggi dengan sebutan geografi akademis dan di sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas dengan sebutan geografi sekolah atau geografi pengajaran. Sebutan ilmu bumi disebut sekarang kurang tepat; ilmu bumi lebihlah cocok untuk geologi (dari kata Yunani,geos dan logos),yakni suatu pengetahuan alam yang mempelajari bumi seutuhnya,dari quilt luar sampai intinya,tetapi tanpa memperhatikan hubungan bumi secara khusus dengan manusia yang mengetahuinya.

Pengajaran geografi yang diadakan sebenarnya mengandung dua tujuan :

1.Tujuan materiil yang artinya mempelajari hal-hal untuk diketahui belaka sehingga untuk jenis ini dibutuhkan latihan mengingat.
2.Tujuan formal yang mengandung pengembangan daya cipta,latihan sikap pribadi dan kesediaan melayani masyarakat.

Hal ini semua bertalian erat dengan didaktik dan metodik khusus geografi yang perlu diketahui oleh para guru geografi.

Geografi memandang bumi sebagai habitat manusia yaitu tempat tinggal manusia. Habitat ini terdiri atas bingkai alami (human setting atau cultural setting). Jelas bahwa geografi tak hanya mempelajari aspek alami dari bumi saja akan tetapi juga aspek manusiawi ,baik yang bercorak ekonomis,sosiologis,politis,cultural dan religius. Semua itu dipelajari dengan latar belakang lingkungan alam.

Dapat kita kaji bahwa yang mempengaruhi kehidupan manusia adalah beberapa factor yang mempengaruhi yaitu : relasi ruang (likasi,posisi,bentuk,luas,jarak),relief atau topografi (tinggi rendahnya permukaan bumi),iklim (dengan permusimannya),jenis tanah(kapur,liat,pasir,gambut),flora dan fauna,air tanah dan kondisi pembuangan air,sumber-sumber mineral (barang tambang) dan relasi dengan lautan.Seorang geograf Belanda LAMBOOY (1969),menemukan enam definisi geografi yang membuktikan tersimpannya unsure struktur ,fungsi dan proses itu,sebagai berikut :

1.Geografi itu adalah suatu telaah tentang perbedaan wilayah dan integrasi wilayah (HARTSHORNE ,geograf Inggris ). Terasa di sini pentingnya suatu proses.
2.Geografi manusia bertugas menelaah gejala di dalam pertalian keruangannya,(SORRE,geograf Perancis). Di sini integrasi diutamakan.
3.Tujuan geografi adalah menemukan pola dan ikatan yang azasi dari berbagai tempat yang bertalian dengan fungsinya,(BERRY,geograf Amerika). Menunjukkan pentingnya struktur yang statis hubungan antar bagian atau organisasi fungsionalnya dan proses yang dinamis.
4.Tugas geografi adalah menyelidiki obyek yang terintegrasi dalam persebaran keruangannya ,(LESZYNSKI, geograf Polandia ).
5.Geografi adalah ilmu tentang lokasi. (BUNGE , geograf Amerika ). Hal ini dihubungkan dengan geografi regional yang tugasnya menglkasifikasikan berbagai lokasi dan geografi teoritis yang tugasnya meramalkan berbagai lokasi.
6.Geografi menelaah ruang serta relasi keruangan. (ULLMANN, geograf Amerika )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.